Widget HTML #1


Syiah Inggris vs Syiah Iran

Siapa “Syiah Inggris” dan Apa Bedanya dengan “Syiah Iran”?

Ketika mendengar istilah Syiah, sebagian masyarakat langsung bereaksi dengan berbagai persepsi, terutama karena di beberapa negara—termasuk Indonesia—Syiah sering dianggap sebagai aliran yang kontroversial. Namun kenyataannya, komunitas Syiah memiliki banyak ragam aliran dan pandangan.

Iran dikenal sebagai negara dengan mayoritas penganut Syiah Imamah. Dalam sistem ini, terdapat figur pemimpin agama yang sangat dihormati, seperti Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang menjadi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.

Beberapa waktu lalu, pemimpin agama Iran pernah menyatakan bahwa Syiah di London berbeda dengan Syiah di Iran. Bahkan disebutkan bahwa bukan hanya Syiah, tetapi juga sebagian kelompok Sunni di London memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan komunitas Muslim di Iran.

Istilah “Syiah Inggris” sering digunakan untuk merujuk pada kelompok Syiah tertentu yang berbasis di London. Kelompok ini disebut memiliki sikap yang kritis terhadap pemerintah Iran dan terhadap kepemimpinan agama yang berlaku di negara tersebut. Dalam berbagai kesempatan, mereka juga diketahui menentang konsep persatuan Islam yang dipromosikan oleh sistem Syiah Imamah di Iran.

Perbedaan ini sempat menjadi sorotan ketika pada 9 Maret 2018 terjadi insiden di Kedutaan Besar Iran di London. Dalam peristiwa tersebut, sekelompok orang yang mengaku sebagai pengikut Sadeq Shirazi menerobos masuk ke gedung kedutaan. Mereka membawa tongkat dan pisau serta melakukan aksi protes dari balkon gedung sambil meneriakkan kecaman terhadap pemerintah Iran.

Menurut laporan media Iran, para demonstran tersebut juga menghina simbol-simbol Republik Islam Iran, termasuk bendera negara tersebut. Beberapa laporan bahkan menyebut mereka melontarkan hujatan terhadap tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam, termasuk para sahabat Nabi dan istri-istri Nabi.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Iran. Duta Besar Iran di Inggris saat itu, Hamid Baeidinejad, menyatakan bahwa para pelaku merupakan bagian dari kelompok yang mengidentifikasi diri sebagai pengikut aliran Shirazi. Ia juga menegaskan bahwa para demonstran membawa tongkat dan pisau saat melakukan aksi di dalam gedung kedutaan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, menyampaikan bahwa polisi Inggris telah menangkap para pelaku penyerangan tersebut pada hari yang sama.

Kelompok yang sering disebut sebagai Syiah London ini memang kerap dianggap sebagai kelompok yang menentang pemerintah Iran. Walaupun sama-sama mengaku sebagai penganut Syiah, mereka memiliki pandangan yang berbeda dengan sistem keagamaan dan politik yang berlaku di Iran.

Perbedaan pandangan inilah yang kemudian membuat istilah “Syiah Inggris” sering digunakan untuk membedakan mereka dari Syiah Iran, meskipun pada dasarnya keduanya tetap berada dalam spektrum mazhab Syiah yang lebih luas.