Syiah Inggris dan Sunni Amerika
Analisis Geopolitik: Istilah “Syiah Inggris” dan “Sunni Amerika”
Dalam diskursus politik Timur Tengah, sering muncul istilah seperti “Syiah Inggris” dan “Sunni Amerika.” Istilah ini bukan kategori teologis resmi dalam Islam, melainkan label politik yang dipakai oleh sebagian tokoh, media, atau kelompok untuk menggambarkan kelompok Muslim yang dianggap dekat atau dipengaruhi oleh kekuatan Barat.
1. Latar Belakang Munculnya Istilah
Sejak abad ke-19, kekuatan Barat seperti dan kemudian memiliki pengaruh besar di Timur Tengah. Pengaruh ini muncul melalui kolonialisme, intervensi politik, serta hubungan militer dan ekonomi dengan negara-negara di kawasan tersebut.
Dalam konteks itu, beberapa pihak di Timur Tengah—terutama kelompok yang berseberangan dengan Barat—mulai menggunakan istilah seperti “Syiah Inggris” atau “Sunni Amerika” untuk menyebut kelompok Muslim yang dianggap:
- terlalu dekat dengan kepentingan Barat
- memecah persatuan umat Islam
- atau menyebarkan narasi yang dianggap menguntungkan Barat
Istilah tersebut sering muncul dalam pidato politik, media, maupun propaganda.
2. “Syiah Inggris”
Istilah ini sering dipakai oleh tokoh-tokoh di Iran untuk menyebut kelompok Syiah tertentu yang berbasis di London atau berada di bawah pengaruh tokoh seperti .
Kelompok ini dianggap oleh pemerintah Iran sebagai:
- menentang sistem Republik Islam Iran
- menolak konsep kepemimpinan ulama (wilayat al-faqih)
- sering melakukan kritik keras terhadap pemerintah Iran
Sebagian media Iran juga menilai kelompok ini mempromosikan praktik keagamaan yang kontroversial dan dapat memicu konflik antara Sunni dan Syiah.
3. “Sunni Amerika”
Sebaliknya, istilah “Sunni Amerika” digunakan oleh sebagian kelompok Syiah atau anti-Barat untuk menggambarkan kelompok Sunni yang dianggap dekat dengan kebijakan luar negeri .
Biasanya label ini diarahkan kepada kelompok atau pemerintah yang:
- memiliki hubungan strategis dengan Washington
- menerima dukungan militer atau politik dari Amerika
- atau dianggap mengikuti agenda geopolitik Barat di Timur Tengah
Namun seperti istilah sebelumnya, label ini juga bersifat politis dan sering digunakan dalam retorika konflik.
4. Realitas di Lapangan
Pada kenyataannya, mayoritas Muslim—baik Sunni maupun Syiah—tidak menggunakan istilah tersebut dalam praktik keagamaan sehari-hari. Istilah ini lebih sering muncul dalam:
- propaganda politik
- konflik geopolitik
- persaingan pengaruh antarnegara di Timur Tengah
Dengan kata lain, istilah tersebut lebih menggambarkan persaingan politik dan ideologi daripada perbedaan doktrin agama.
5. Kesimpulan
“Syiah Inggris” dan “Sunni Amerika” adalah istilah politis yang lahir dari konflik geopolitik di Timur Tengah. Label tersebut digunakan untuk menuduh kelompok tertentu sebagai pihak yang dianggap dekat dengan kekuatan Barat seperti atau .
Namun dalam realitas komunitas Muslim global, identitas utama tetaplah Sunni dan Syiah, sedangkan label-label geopolitik tersebut lebih merupakan bagian dari narasi politik.


