Pergantian Waktu dan Hikmah di Baliknya
Belajar Husnuzan atas Setiap Takdir yang Datang dan Pergi
Teks Renungan:
Setiap pergantian waktu adalah pertanda hadirnya kisah baru yang menggantikan kenangan dan kerinduan lama. Ada kekosongan yang perlahan terisi oleh pencarian jawaban—tentang waktu yang datang, waktu yang berlalu, dan waktu yang kelak kembali.
Waktu hadir bersama pagi yang menenangkan, berdiri tegak di siang hari, tampak indah di senja, lalu tenggelam dalam sunyinya malam. Semua yang tampak indah di mata manusia, belum tentu menjadi yang terbaik menurut pandangan-Nya.
Karena itu, tetaplah berprasangka baik atas apa pun yang menimpa. Sebab Allah ﷻ Maha Mengetahui makna di balik setiap kejadian, meski hati belum sepenuhnya memahaminya.
Assalam, Semangat Pagi!
Dalil Pendukung
1. Al-Qur’an
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
QS. Al-Baqarah: 216
2. Al-Qur’an
“Dan Dia-lah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.”
QS. Al-Furqan: 62
3. Al-Qur’an
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
QS. Al-Insyirah: 6
4. Hadis Nabi ﷺ (Hadis Qudsi)
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
HR. Bukhari dan Muslim
Pesan Inti:
Waktu terus bergerak, kenangan silih berganti, dan hidup tak pernah berhenti. Namun dengan husnuzan kepada Allah ﷻ, setiap peristiwa—baik yang datang maupun yang pergi—menjadi jalan menuju kedewasaan hati dan ketenangan jiwa.
Semoga hari ini dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan keyakinan.


