Hidup adalah Buku yang Terus Dituliskan
Setiap Hari adalah Halaman Baru untuk Memperbaiki dan Menyempurnakan Diri
Teks Renungan:
Perjalanan hidup manusia laksana sebuah buku. Setiap lembarnya adalah satu hari yang dijalani, berisi apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Ada buku yang tebal, ada yang tipis. Ada yang menarik dibaca, ada pula yang terasa berat dan membosankan.
Setiap halaman yang telah tertulis tak akan pernah bisa diedit ulang. Namun rahmat Allah begitu luas—seburuk apa pun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru, dan tanpa noda.
Begitulah hidup. Seberat apa pun kemarin, Allah selalu menyediakan hari ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, memperindah amal, dan melanjutkan kisah kehidupan hingga tiba saat usia berakhir sesuai ketetapan-Nya.
Maka teruslah menulis buku kehidupanmu.
Tulislah dengan tinta iman,
dengan pena kebijaksanaan,
dan hiasi dengan kesalihan amal.
Assalam, Semangat Pagi !!!
Dalil Pendukung
1. Al-Qur’an
“Dan setiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) di lehernya. Dan pada hari kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab yang dia dapati terbuka.”
QS. Al-Isra’: 13
2. Al-Qur’an
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
QS. Ar-Ra‘d: 11
3. Al-Qur’an
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”
QS. Az-Zumar: 53
4. Hadis Nabi ﷺ
“Setiap anak Adam banyak berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.”
HR. Tirmidzi
5. Hadis Nabi ﷺ
“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
HR. Tirmidzi
Pesan Inti:
Hidup memang tak bisa diulang, namun selalu bisa diperbaiki. Selama nafas masih ada, halaman baru selalu terbuka. Jangan menyerah pada cerita kemarin—perindah kisah hari ini.
Semoga setiap halaman hidup kita semakin mendekatkan pada ridha-Nya.


