Mungkin sekali, saya dan anda berpikir sama. Mengapa bangsa dan negara seperti Indonesia yang memiliki kekayaan alam luar biasa, bahkan dianggap seperti potongan surga masih saja tidak bisa hidup sebagai bangsa dan negara yang makmur sejahtera. Setiap tahun, kebanyakan orang-orang Indonesia bekerja lebih keras tetapi tidak lebih baik hidupnya. kenapa tiap tahun, bangsa kita selalu berperang dengan INFLASI. Bahkan tahun 1998, adalah INFLASI terhebat yang pernah saya rasakan. Tetapi, setelah saya baca buku Satanic Finance, saya baru tahu kalo penyebabnya ada pada diri kita sendiri. Pemimpin-pemimpin kita sendiri yang mau dibodoh-bodohin bangsa lain.
—
Pengarang: A Riawan Amin
Editor : M. Luthfi Hamidi
Penerbit: Celestial Publishing
Cetakan: I, April 2007
Apa yang menyebabkan negara-negara berkembang yang sebetulnya sangat kaya sumber daya alam, namun ternyata hidup miskin, kelaparan dan dililit utang yang seakan-akan tak mungkin terbayar? Apakah semua itu merupakan kebetulan?
Menurut penulis buku ini, hal tersebut sama sekali bukan kebetulan, melainkan sesuatu yang didesain. Bencana finansial, demikian ia menyebutnya, tercipta bukan dari proses kebetulan, tapi kreasi dari para setan dan manusia-manusia yang menjadi agen binaannya.
Para pelaku satanic finance itu menggunakan ”Tiga Pilar Setan”, yakni fiat money, fractional reserve requirement, dan interest (bunga bank) untuk menghisap darah korbannya, khuusnya negara-negara berkembang. Buku yang ditulis oleh pengarang The Celestial Management ini menggugah kesadaran baru betapa krisis ekonomi itu sengaja diciptakan. Penulis mengungkapkan cara setan merancang kehancuran ekonomi, siapa saja kolega mereka, dan apa saja trik-triknya.
Buku ini penting dibaca, terutama oleh kalangan pemerintahan, anggota dewan, pengamat ekonomi, dosen, mahasiswa, tokoh-tokoh masyarakat, dan siapa pun yang peduli pada kebangkitan bangsa dan negara dari jeratan setan finansial. (republika/3 juni 2007)
Popularity: 4% [?]
Seingat saya, beberapa tahun lalu sudah ada prediksi bahwa ekonomi Amerika bakal ambruk. Tetapi, saya menaruh sedikit kecurigaan, benarkah saat ini ekonomi Amerika benar-benar ambruk? Ataukah ada unsur rekayasa? Setelah perang begitu meminta banyak korban dan … Amerika nggak menang-menang juga. Isu energi juga sudah. Hingga lahan-lahan di negara kita yang biasanya menghasilkan bahan pangan dialihkan untuk ditanami pohon jarak demi seruan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Lalu, makan apa kita?
Indonesia mestinya bisa menjadi negara superpower juga, tapi di bidang pangan. Bukankah tanah di negara kita ini subur? Di belakang rumah saya ada tanah 6×6 meter persegi, saya tanami singkong; tumbuh dan umbinya bagus. Saya tanami tomat, cabe, kacang; bisa juga.
Dengan ambruknya sistem ekonomi kapitalis ini, saatnya untuk memperkokoh kemandirian bangsa. Bukankah di dunia ini ada beberapa pilihan selain kapitalis?
banyak konspirasi di dunia ini ternyata.
Aku lagi baca buku “21 organisasi perusak dunia” (aku kok tiba2 lupa judulnya apaan….hehehee…covernya hitam, trus ada logo2 beberapa organisasi itu dicetak timbul, dlm bahasa indonesia -terjemahan-, penerbitny a ‘Pilar’)
di situ dijelasin ttg organisasi2 yg ternyata beranggotakan orang penting di negara2 barat sono. dan mereka kita kenal sebagai orang hebat. dulu pas jaman SD mereka2 itu jadi tokoh idola hehe. konspirasi ini memang ada sejak jaman abad pertengahan.
coba deh baca…di gramedia masih masuk jajaran ‘buku laris’ kok.
Kaum Kapitalis menciptakan pasar elektronik (e-market) seperti bursa komoditi jagung, padi, beras, kakao, emas, perak, tembaga, minyak. Dimana produk-produk tersebut notabene adalah merupakan hasil dari pertanian dan pertambangan negara-negara berkembang. Harga spot sangat cepat terbentuk, dan harga future untuk satu, dua bulan ke depan juga sudah terbentuk. Hal ini akan kontras sekali dengan produk-produk dari negara2 maju (umumnya kapitalis). Mereka dengan sengaja tidak menciptakan e-market untuk produk2 yang merupakan produk original dari mereka seperti produk teknologi (computer, systems), sektor jasa dll.
Harga akan sangat mudah di atur dalam e-market dan sarat dengan spekulasi serta konspirasi. Bayangkan harga minyak, cpo dll (produk Negara berkembang yang ada e-market nya) bisa naik lebih dari 200% hanya dalam beberapa bulan dan kembali lagi ke harga semula cuman dalam hitungan 2 sampai 3 bulan. Tetapi harga produk teknologi dan jasa tidak pernah turun (kalaupun turun karena mereka sudah balik modal & untung) dan bahkan naik.
Satu pertanyaan mungkin akan muncul ketika kenapa AIG di-bail out oleh pemerintah US sedangkan Lehman Brothers tidak diselamatkan. Saya banyak membaca melalui googling, ternyata banyak uang dari masyarakat di luar amerika seperti di India, Indonesia, Korea, Cina dan bahkan Bank-bank di Indonesia, disedot oleh Lehman Brothers. Uang-uang yang dikumpulkan ini kemudian di investasikan dalam bentuk kredit perumahan (subprime mortage). Dalam bahasa riilnya dijadikan sumber dana untuk membeli bahan-bahan baku dari negara2 berkembang juga untuk dijadikan rumah/property di amerika. Ketika Lehman bangkrut (atau sengaja dibangkrutkan oleh sebuah konspirasi-wallahu alam) mengapa tidak di-bail out. Bandingkan dengan Fannie & Freddy bank investasi properti sejenis Lehman serta AIG yang langsung di-bail out). Aset amerika tidak hilang lho. Bandingkan dengan uang-uang mereka yang hilang karena tidak bisa klaim ke Lehman. Meminjam uang dari Negara berkembang yang digunakan untuk membeli barang2 dari Negara sumber uang tersebut. Trus dipailitkan.
Dengan “krisis 2008” dolar AS menguat lagi rata2 20% s.d. 40%. Banyak investor mereka yang beli perusahaan lagi, seperti waren buffet yang langsung mengakuisisi beberapa perusahaan penting. Hebatnya dolar AS menguat tidak hanya di asia saja seperti tahun 1997-1998 tetapi hampir di semua (kecuali China, India dan Jepang). China dengan cadangan devisa 2 Triliun dolar adalah Negara terbesar pemegang surat utang pemerintah amerika (Treasury Bill).
Mereka akan dengan mudah mengakuisisi perusahaan-perusahaan bagus karena dalam sudut pandang mereka dolar mampunyai kemampuan membeli lebih. Ingat THE FED adalah milik segelintir orang bukan milik pemerintah amerika. Karena semua Negara sudah mengakui dolar sebagai mata uang international (Bretton Woods), akhirnya semakin kayalah mereka. Mata uangnya nilainya tinggi dan bisa nyetak dolar kapan saja.