23 Things They Don’t Tell You About Capitalism

Hari Kamis lalu Prof. Ha-Joon Chang (Cambridge) menyampaikan pandangan2nya di depan Presiden dan para Menteri mengenai apa yang perlu dilakukan Indonesia untuk menjadi emerging economy. Salah satu yang ia kemukakan adalah bahwa pemerintah perlu menjalankan kebijakan industri seperti yang dilakukan Korea Selatan, mengingat peluang Indonesia yang cukup baik dengan SDA yang melimpah, pasar domestik yang besar, ketahanan bangsa yang tangguh, dsb.
Melengkapi apa yang disampaikan dalam kuliah kepresidenan tersebut, berikut ini adalah pandangan Prof. Chang mengenai Kapitalisme, dari bukunya yang terkenal “23 Things They Don’t Tell You About Capitalism” (2010).
Semoga bermanfaat.
HD
1. Pasar bebas tidak pernah ada. Ini selain karena pemerintah memang ingin mengatur pasar untuk mengatasi kegagalannya, juga karena sektor swasta sendiri yang tidak mau bebas, melainkan seringkali suka meminta proteksi kepada pemerintah.
2. Perusahaan jangan dikelola sesuai keinginan pemiliknya.  Keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang adalah keinginan karyawan, pemasok, konsumen, masyarakat sekitar, dll. Jadi pendapat stakeholders itu, tidak hanya pemilik, harus juga diperhitungkan.
3. Sebagian besar penduduk di negara maju dibayar lebih dari yang sepantasnya. Negara maju memang memberikan peluang bagi warganya untuk mendapatkan bayaran yang lebih tinggi dari yang sepantasnya diterima. Mereka tidak perlu merasa bersalah karena ini bukan kesalahannya. Namun mereka perlu ingat bahwa kelebihan itu bukan karena usahanya sendiri melainkan juga karena usaha orang banyak di negara itu pada masa sebelumnya.
4. Mesin cuci mempengaruhi dunia lebih dari internet. Mesin cuci memudahkan kaum wanita melakukan pekerjaan hariannya, dan memungkinkannya melakukan pekerjaan lain, seperti bekerja di luar rumah. Demikian juga AC dan barang2 lain. Internet tidak bisa seperti itu.
5. Pikirkan apa yang terburuk tentang masyarakat dan kita akan memperoleh yang terburuk. 70% masyarakat mungkin bersifat egois. Namun 30% sisanya tidak bisa diabaikan, jadi harus dipertimbangkan. Perusahaan (dan negara2) yang mengerti hal ini bekerja lebih baik daripada mereka yang hanya memikirkan perilaku egois sebagian kelompok masyarakat itu.
6. Stabililitas makroekonomi tidak membuat ekonomi dunia lebih stabil. Kebijakan anti inflasi yang membabi buta dapat berakibat lebih buruk daripada inflasi itu sendiri. Oleh sebab itu melindungi ekonomi negara secara keseluruhan lebih penting daripada melindungi nilai uang dalam ekonomi.
7. Kebijakan pasar bebas jarang membuat negara miskin menjadi kaya. Negara2 maju berhasil karena proteksionisme dan kebijakan industri, tidak semata2 karena kebijakan pasar bebas. Negara maju jangan pura2 lupa mengenai hal ini dengan menganjurkan negara berkembang untuk menerapkan pasar bebas.
8. Modal mempunyai kebangsaan. Sering dikatakan bahwa uang tidak mempunyai negara, dapat pergi ke mana saja asal memberikan keuntungan besar. Namun sesungguhnya uang adalah milik seseorang yang mempunyai paspor dan mempunyai alamat. Ke sanalah uang itu kembali pada akhirnya.
9. Kita tidak hidup di abad pascaindustri. Jerman dan Jepang tetap mengembangkan industrinya, dan sektor industri itu memberikan upah yang layak kepada buruhnya. Sektor industri jangan ditinggalkan.
10. Standar hidup AS bukan yang tertinggi di dunia. Kapitalisme AS dianggap paling superior, namun sebetulnya tingkat upahnya bukan yang tertinggi di dunia. Negara lain harus pandai2 mencari contoh yang baik.
11. Afrika tidak ditakdirkan untuk terbelakang. Keterbelakangan Afrika saat ini disebabkan oleh hal yang sama ketika negara2 maju dulu terbelakang. Afrika dapat maju jika menerapkan solusi seperti yang dilakukan negara lain yang berhasil.
12. Pemerintah dapat menentukan pemenang. Pasar bebas tidak selalu benar dan pemerintah tidak selalu salah. Pemerintah AS berjasa membangun jaringan kereta api, jalan raya, kanal, internet, dll. Pemerintah di Asia Timur lebih banyak lagi melakukan hal serupa. Pemerintah harus cerdas menentukan sektor apa yang perlu didukung.
13. Membuat orang kaya semakin kaya tidak membuat semuanya semakin kaya. Trickle down economics tidak bekerja karena kekayaan tidak menetes ke bawah melainkan menetes ke atas. Itu sebabnya ada orang2 kaya dan orang2 tidak kaya.
14. Manajer AS digaji lebih banyak. Manajer perusahaan2 AS mendapat gaji paling tinggi di dunia, padahal tidak mempunyai industri dengan kinerja terbaik. Ada yang tidak pas dalam hal ini.
15. Masyarakat negara miskin lebih berjiwa wirausaha daripada masyarakat negara maju. Mereka sangat kreatif. Namun hal itu tidak membuat mereka kaya. Ada yang perlu diperbaiki di sini. Jangan minta mereka lebih entrepreneurial lagi.
16. Kita tidak cukup cerdas membiarkan pasar mengurus berbagai hal. Pasar tidak mengurus dirinya sendiri. Mereka harus diatur. Ekonomi yang tidak diatur adalah berbahaya.
17. Lebih banyak pendidikan saja tidak membuat negara lebih kaya. Kita juga perlu industri tempat bekerja orang2 terampil. Pendidikan keterampilan lebih penting daripada pendidikan umum. Contohlah Jerman dan Jepang.
18. Apa yang baik bagi General Motor tidak berarti baik untuk AS. Mungkin kepentingan perusahaan besar pernah sejalan dengan kepentingan nasional, namun tidak selalu demikian. Perusahaan asing memperlakukan negara2 tuan rumah sebagai hotel jika negara2 itu membiarkannya demikian.
19. Walaupun komunisme telah jatuh, kita masih hidup dalam ekonomi terencana. Kenyataan bahwa banyak negara meminta tolong Washington untuk mengatasi masalah ekonomi dunia membuktikan betapa pentingnya perencanaan.
20. Kesamaan peluang dapat tidak adil. Ungkapan “mendapatkan upah sesuai usahanya” nampaknya baik, namun perlu ada upah minimum yang perlu diberikan kepada mereka yang tidak berhasil.
21. Pemerintahan yang besar membuat masyarakat semakin terbuka pada perubahan. Ini karena mereka semakin sanggup menanggung risiko. Beberapa negara kesejahteraan besar dapat berfungsi dengan baik, dan masyarakat pun senang. Namun ini bergantung pada bentuk pemerintahannya. Jika pemerintahan yang besar (big government) selalu rugi, mengapa AS meminjam uang dari Swedia?
22. Pasar keuangan perlu semakin kurang efisien, bukan perlu lebih efisien. Efisiensi dalam pasar keuangan tidak sama dengan efisiensi dalam industri lain. Ia dapat berarti “secara efisien tenggelam dalam hutang”. Ini terjadi di AS dari 1930an sampai 1980an. Kita harus belajar dari sejarah.
23. Kebijakan ekonomi yang baik tidak memerlukan ekonom yang baik. Kebanyakan isu ekonomi yang betul2 penting, yang dapat menyebabkan suatu negara mengalami krisis, mudah dipahami oleh pemikir yang bukan ekonom. Sebaliknya, ekonom akademisi malah jarang bicara mengenai hal2 yang sungguh2 terjadi. Masyarakat jangan sampai terintimidasi oleh para ahli seperti ini.

Hari Kamis lalu Prof. Ha-Joon Chang (Cambridge) menyampaikan pandangan2nya di depan Presiden dan para Menteri mengenai apa yang perlu dilakukan Indonesia untuk menjadi emerging economy. Salah satu yang ia kemukakan adalah bahwa pemerintah perlu menjalankan kebijakan industri seperti yang dilakukan Korea Selatan, mengingat peluang Indonesia yang cukup baik dengan SDA yang melimpah, pasar domestik yang besar, ketahanan bangsa yang tangguh, dsb.

Melengkapi apa yang disampaikan dalam kuliah kepresidenan tersebut, berikut ini adalah pandangan Prof. Chang mengenai Kapitalisme, dari bukunya yang terkenal “23 Things They Don’t Tell You About Capitalism” (2010).

  1. Pasar bebas tidak pernah ada. Ini selain karena pemerintah memang ingin mengatur pasar untuk mengatasi kegagalannya, juga karena sektor swasta sendiri yang tidak mau bebas, melainkan seringkali suka meminta proteksi kepada pemerintah.
  2. Perusahaan jangan dikelola sesuai keinginan pemiliknya. Keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang adalah keinginan karyawan, pemasok, konsumen, masyarakat sekitar, dll. Jadi pendapat stakeholders itu, tidak hanya pemilik, harus juga diperhitungkan.
  3. Sebagian besar penduduk di negara maju dibayar lebih dari yang sepantasnya. Negara maju memang memberikan peluang bagi warganya untuk mendapatkan bayaran yang lebih tinggi dari yang sepantasnya diterima. Mereka tidak perlu merasa bersalah karena ini bukan kesalahannya. Namun mereka perlu ingat bahwa kelebihan itu bukan karena usahanya sendiri melainkan juga karena usaha orang banyak di negara itu pada masa sebelumnya.
  4. Mesin cuci mempengaruhi dunia lebih dari internet. Mesin cuci memudahkan kaum wanita melakukan pekerjaan hariannya, dan memungkinkannya melakukan pekerjaan lain, seperti bekerja di luar rumah. Demikian juga AC dan barang2 lain. Internet tidak bisa seperti itu.
  5. Pikirkan apa yang terburuk tentang masyarakat dan kita akan memperoleh yang terburuk. 70% masyarakat mungkin bersifat egois. Namun 30% sisanya tidak bisa diabaikan, jadi harus dipertimbangkan. Perusahaan (dan negara2) yang mengerti hal ini bekerja lebih baik daripada mereka yang hanya memikirkan perilaku egois sebagian kelompok masyarakat itu.
  6. Stabililitas makroekonomi tidak membuat ekonomi dunia lebih stabil. Kebijakan anti inflasi yang membabi buta dapat berakibat lebih buruk daripada inflasi itu sendiri. Oleh sebab itu melindungi ekonomi negara secara keseluruhan lebih penting daripada melindungi nilai uang dalam ekonomi.
  7. Kebijakan pasar bebas jarang membuat negara miskin menjadi kaya. Negara2 maju berhasil karena proteksionisme dan kebijakan industri, tidak semata2 karena kebijakan pasar bebas. Negara maju jangan pura2 lupa mengenai hal ini dengan menganjurkan negara berkembang untuk menerapkan pasar bebas.
  8. Modal mempunyai kebangsaan. Sering dikatakan bahwa uang tidak mempunyai negara, dapat pergi ke mana saja asal memberikan keuntungan besar. Namun sesungguhnya uang adalah milik seseorang yang mempunyai paspor dan mempunyai alamat. Ke sanalah uang itu kembali pada akhirnya.
  9. Kita tidak hidup di abad pascaindustri. Jerman dan Jepang tetap mengembangkan industrinya, dan sektor industri itu memberikan upah yang layak kepada buruhnya. Sektor industri jangan ditinggalkan.
  10. Standar hidup AS bukan yang tertinggi di dunia. Kapitalisme AS dianggap paling superior, namun sebetulnya tingkat upahnya bukan yang tertinggi di dunia. Negara lain harus pandai2 mencari contoh yang baik.
  11. Afrika tidak ditakdirkan untuk terbelakang. Keterbelakangan Afrika saat ini disebabkan oleh hal yang sama ketika negara2 maju dulu terbelakang. Afrika dapat maju jika menerapkan solusi seperti yang dilakukan negara lain yang berhasil.
  12. Pemerintah dapat menentukan pemenang. Pasar bebas tidak selalu benar dan pemerintah tidak selalu salah. Pemerintah AS berjasa membangun jaringan kereta api, jalan raya, kanal, internet, dll. Pemerintah di Asia Timur lebih banyak lagi melakukan hal serupa. Pemerintah harus cerdas menentukan sektor apa yang perlu didukung.
  13. Membuat orang kaya semakin kaya tidak membuat semuanya semakin kaya. Trickle down economics tidak bekerja karena kekayaan tidak menetes ke bawah melainkan menetes ke atas. Itu sebabnya ada orang2 kaya dan orang2 tidak kaya.
  14. Manajer AS digaji lebih banyak. Manajer perusahaan2 AS mendapat gaji paling tinggi di dunia, padahal tidak mempunyai industri dengan kinerja terbaik. Ada yang tidak pas dalam hal ini.
  15. Masyarakat negara miskin lebih berjiwa wirausaha daripada masyarakat negara maju. Mereka sangat kreatif. Namun hal itu tidak membuat mereka kaya. Ada yang perlu diperbaiki di sini. Jangan minta mereka lebih entrepreneurial lagi.
  16. Kita tidak cukup cerdas membiarkan pasar mengurus berbagai hal. Pasar tidak mengurus dirinya sendiri. Mereka harus diatur. Ekonomi yang tidak diatur adalah berbahaya.
  17. Lebih banyak pendidikan saja tidak membuat negara lebih kaya. Kita juga perlu industri tempat bekerja orang2 terampil. Pendidikan keterampilan lebih penting daripada pendidikan umum. Contohlah Jerman dan Jepang.
  18. Apa yang baik bagi General Motor tidak berarti baik untuk AS. Mungkin kepentingan perusahaan besar pernah sejalan dengan kepentingan nasional, namun tidak selalu demikian. Perusahaan asing memperlakukan negara2 tuan rumah sebagai hotel jika negara2 itu membiarkannya demikian.
  19. Walaupun komunisme telah jatuh, kita masih hidup dalam ekonomi terencana. Kenyataan bahwa banyak negara meminta tolong Washington untuk mengatasi masalah ekonomi dunia membuktikan betapa pentingnya perencanaan.
  20. Kesamaan peluang dapat tidak adil. Ungkapan “mendapatkan upah sesuai usahanya” nampaknya baik, namun perlu ada upah minimum yang perlu diberikan kepada mereka yang tidak berhasil.
  21. Pemerintahan yang besar membuat masyarakat semakin terbuka pada perubahan. Ini karena mereka semakin sanggup menanggung risiko. Beberapa negara kesejahteraan besar dapat berfungsi dengan baik, dan masyarakat pun senang. Namun ini bergantung pada bentuk pemerintahannya. Jika pemerintahan yang besar (big government) selalu rugi, mengapa AS meminjam uang dari Swedia?
  22. Pasar keuangan perlu semakin kurang efisien, bukan perlu lebih efisien. Efisiensi dalam pasar keuangan tidak sama dengan efisiensi dalam industri lain. Ia dapat berarti “secara efisien tenggelam dalam hutang”. Ini terjadi di AS dari 1930an sampai 1980an. Kita harus belajar dari sejarah.
  23. Kebijakan ekonomi yang baik tidak memerlukan ekonom yang baik. Kebanyakan isu ekonomi yang betul2 penting, yang dapat menyebabkan suatu negara mengalami krisis, mudah dipahami oleh pemikir yang bukan ekonom. Sebaliknya, ekonom akademisi malah jarang bicara mengenai hal2 yang sungguh2 terjadi. Masyarakat jangan sampai terintimidasi oleh para ahli seperti ini.
Sumber: milis ikasmanca

Popularity: 2% [?]

Artikel Lainnya

This entry was posted in Bedah Buku and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>